Jumat, 25 Januari 2013

Mendirikan Bank Sampah (Waste Bank)

Ternyata animo masyarakat tentang bank sampah tinggi juga. Hal itu di tambah dengan pemberitaan di televisi dan media cetak, juga media online. sayangnya informasi yang di peroleh masih sepotong-sepotong. begitu juga yang terjadi pada saat saya melakukan sosialisasi bank sampah SAHABAT KITA (waste bank ESKA) yang saya kelola, pertanyaan-pertanyaan umum yang biasa di tanyakan oleh warga/calon nasabah adalah:
“bank sampah itu apa sih, mas?”, “apakah bank sampah itu seperti bank pada umumnya?” “gimana cara setor dan tarik tabungan?”  ”gimana cara pinjam dan cicil pinjamannya?” … bla.. bla… bla.
Ok, pada kesempatan ini saya akan share tentang bank sampah. bank sampah adalah tempat berkumpulnya orang yang melakukan transaksi menabung dan meminjam. pertama, menabung, org/nasabah menabung sampah yang sudah di pilah dari rumah masing-masing sesuai dg jenisnya. karena harga/nilai stiap jenis berbeda. setelah di timbang berdasarkan jenisnya petugas bank sampah akan melakukan pencatatan. bagi nasabah baru akan di catat di buku register, buku besar dan buku tabungan nasabah.sedangkan  bagi nasabah lama akan di catat di buku besar dan buku tabungan nasabah.  di buku besar dan buku tabungan nasabah tercatat secara detail berapa jumlah dan jenis masing-masing sampah yang di setor berikut nilai uangnya. setelah selesai nabah pulang dengan membawa buku tabungannya. di bank sampah SAHABAT KITA, yang saya kelola, kami memberikan kebebasan bagi nasabah utk menarik dana sewaktu-waktu dengan syarat saldo terakhir Rp. 5000,-.
kedua,  pinjaman. kami memberikan pinjaman kepada nasabah dengan syarat nasabah tersebut sudah menjadi nasabah  minimal 3 bulan. total pinjaman yang bisa di berikan sementara ini adalah maximal 3x dari rata-rata tabungan perbulannya. dengan begitu kita bisa perhitungkan berapa kemampuan cicilannya. cicilannya adalah berupa sampah yang dihasilkan oleh nasabah. cicilannya bisa perminggu, atau per dua minggu tergantung dari sampah yang di hasilkan oleh nasabah.
Tim kerja, standar tim kerja dlm mengoperasikan bank sampah adalah 3 org. 1 org sebagai manager, 1 org sebagai admin & keu, 1org sebagai logistik/tukang timbang. meskipun sudah ada pembagian tugas, ketiga org tersebut memerankan diri sebagai marketing. karena ada alokasi komisi penjualan bagi setiap nasabah yang melakukan penyetoran. fair, bukan? makanya semuanya pada semangat kerja.
wilayah kerja, di karenakan masih belum banyaknya persaingan dalam  menjalankan bank sampah maka bisa leluasa dalam penerimaan nasabah. tetapi agar bisa terfokus, kami melakukan pemetaan wilayah. agar bisa maksimal.
Sasaran atau target calon nasabah, kami membagi nasabah dalam 3 kategori. nasabah kategori rumah tangga, nasabah kategori komunitas pendidikan (sekolah, kampus), nasabah kategori lembaga (perkantoran,perusahaan, pertokoan)
Hambatan, seringnya masyarakat atau lembaga meremehkan keberadaan bank sampah. padahal, sampahitu sendiri sudah menjadi permasalahan yg serius bagi pemkab atau pemkot  diindonesia. untuk itu perlunya peran serta dari pihak-pihak terkait dalam hal ini; pemkot/pemkab melalui instansi-instansi di bawahnya, perusahaan-perusahaan penghasil sampah, BUMN dg program CSR dan PKBL-nya.

Referensi:  http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/01/13/yuk-mendirikan-bank-sampah-1-523907.html

1 komentar:

  1. mkasih gan ,,, postingan mendirikan-bank-sampah-waste-bank ,,yang bagus dan bermanfaat ini layaknya di share ajja ,, nih saya bantu ngeshare ,, ,, jgn lupa kunbal nya pulsagratisandroidku.blogspot.com terimakasih skali lagi gan , maju terus blog nya ,,, !

    BalasHapus